1. Home
  2. Obat
  3. Asam Mefenamat

Kendati sering digunakan untuk mengatasi nyeri hingga demam, asam mefenamat ternyata tidak boleh sembarangan dikonsumsi. Lantas, apa sebenarnya asam mefenamat dan perannya sebagai obat?

Pengertian

Asam mefenamat adalah salah satu tipe obat anti-peradangan atau anti-inflamasi non-steroid.

Karakter inilah yang lantas membuat obat dalam kategori NSAIDs ini kerap digunakan orang-orang yang sedang demam atau sedang mengalami peradangan dan ingin menurunkan sensasi nyerinya.

Khasiat ini dikarenakan asam mefenamat mampu menghambat enzim yang menghasilkan prostaglandin, yakni senyawa yang dilepaskan tubuh yang memicu sensasi nyeri hingga menimbulkan peradangan.

Nyeri karena menstruasi, sehabis operasi, hingga artritis adalah segelintir gangguan kesehatan yang dapat ditangani asam mefenamat. Perempuan yang memanfaatkan obat ini selama haid akan mendapati volume darahnya berkurang secara signifikan.

Fungsi Obat

Untuk memahami fungsi dari pemakaian asam mefenamat, mari simak uraiannya berikut ini:

  • Meredakan sensasi nyeri akibat gangguan pada gigi yang bisa dipicu adanya lubang, karang, hingga penyakit rahang. Akan tetapi, kalau Anda ingin mendapatkan hasil diagnosis yang tepat, sebaiknya periksakan diri ke dokter gigi tepercaya.
  • Selanjutnya, asam mefenamat juga dapat dikonsumsi untuk meredakan sakit kepala akibat beban pikiran, stres, atau gangguan kesehatan fisik lainnya. Supaya efek dari asam mefenamat terasa lebih optimal, jangan lupa untuk membarenginya dengan istirahat yang cukup.
  • Otot yang terlalu tegang ternyata bisa dilenturkan dengan asam mefenamat. Seperti poin sebelumnya, agar proses penyembuhan semakin cepat, Anda juga harus ikut mengistirahatkan tubuh supaya otot-otot tersebut mengendur.
  • Seperti yang telah disebutkan, asam mefenamat merupakan opsi alternatif yang dapat dipakai kaum Hawa untuk meredakan sensasi nyeri sepanjang masa menstruasi. Akan tetapi, bila obat tidak menghasilkan dampak positif atau memberi efek samping, segera hentikan pemakaian.
  • Sensasi sakit yang muncul selepas operasi biasanya ditimbulkan putusnya sambungan atau kontinuitas jaringan pada tubuh. Sekali lagi, keluhan tersebut bisa Anda kurangi dengan asam mefenamat dalam dosis yang dianjurkan.
  • Fungsi terakhir yang dapat dilakukan asam mefenamat adalah meredakan nyeri yang diakibatkan trauma—baik trauma kecil maupun besar. Jenis sakit ini umumnya terjadi pada jaringan tubuh yang terhubung dengan otak.

Aturan Pakai atau Konsumsi

Seperti jenis obat lainnya, asam mefenamat yang dikonsumsi pasien harus menggunakan dosis yang diberikan dokter sesuai hasil pemeriksaan.

Biasanya, Anda dapat meminum asam mefenamat empat kali sehari dengan segelas air mineral (sekitar 240 ml atau 8 ons), lalu jangan berbaring selama 10 menit.

Anjuran lain yang harus dipatuhi selama masa pengobatan dengan asam mefenamat adalah tidak mengonsumsinya dengan antacid. Pasalnya, antacid berisiko mengubah porsi asam mefenamat yang diserap tubuh Anda yang nantinya akan mempengaruhi kinerja obat tersebut.

Selain itu, akan lebih maksimal kalau Anda mengetahui waktu terbaik menggunakan asam mefenamat. Beberapa anjuran menyatakan bahwa obat ini bekerja cepat saat Anda mengidentifikasi tanda awal dari rasa sakit yang muncul, sehingga obat pun dapat langsung mengatasinya sebelum berkembang.

Lantas, bagaimana dengan penggunaan asam mefenamat untuk perempuan yang sedang menstruasi? Sebaiknya, Anda langsung mengonsumsi obat ini begitu sensasi nyeri tiba dan lanjutkan selama 2 hingga 3 hari pertama sepanjang pekan haid.

Terakhir, jangan coba-coba menaikkan dosis dengan dalih cepat sembuh. Asam mefenamat tidak boleh dikonsumsi lebih dari tujuh hari, karena, alih-alih meredakan nyeri, malah akan memperparah gangguan kesehatan dan memicu efek samping.

Jika Anda tidak mendapatkan hasil yang diinginkan atau merasakan keluhan baru, periksakan diri ke dokter, bukannya mengubah dosis sesuai takaran sendiri. Dokter akan membantu menemukan solusi yang tepat untuk gangguan yang Anda alami.

Dosis

Sekarang, mari kita simak dosis asam mefenamat berdasarkan usia dan penyebabnya berikut ini:

  • Untuk menangani nyeri, dosis asam mefenamat yang dianjurkan untuk konsumsi pertama adalah 500 mg dan diteruskan dengan 250 mg per enam jam sesuai kebutuhan. Dosis ini diizinkan untuk kurang dari tujuh hari saja.
  • Bagi perempuan yang membutuhkan pereda nyeri selama menstruasi, konsumsi 500 mg asam mefenamat pada penggunaan pertama dan 250 mg per enam jam sejak haid dimulai.
  • Asam mefenamat juga aman diminum anak-anak dan remaja selama dosisnya tepat. Untuk anak/remaja dalam rentang usia 14-18 tahun dapat mengonsumsi 500 mg pada penggunaan pertama yang diteruskan dengan 250 mg per enam jam.

Sejauh ini, asam mefenamat beredar di pasaran dalam bentuk kapsul 250 mg.

Satu hal lagi yang perlu Anda catat, dosis di atas bisa berubah menyesuaikan beberapa faktor seperti penyebab hingga anjuran dari dokter.

Efek Samping dan Bahaya

Faktanya, sebagian besar obat mempunyai efek samping yang perlu diantisipasi, tidak terkecuali asam mefenamat. Kendati jarang terjadi, dampak negatif hingga bahaya dari obat anti-inflamasi ini perlu Anda ketahui.

  • Mual, kembung, mulas/sakit perut, sembelit, hingga diare.
  • Pusing, sakit kepala, dan mendadak gugup.
  • Muncul sensasi gatal dan ruam pada kulit.
  • Mulut kering, keluar lendir dari hidung/ingus, berkeringat.
  • Pandangan tiba-tiba mengabur dan telinga berdengung.

Jika efek samping hanya berlangsung sementara, Anda mungkin masih bisa terus mengonsumsi asam mefenamat. Namun, hentikan pemakaian dan hubungi dokter secepatnya bila Anda mengalami dampak-dampak seperti ini:

  • Mudah kelelahan, sakit pada dada, napas pendek, kurang jelas saat berbicara, masalah pada penglihatan dan keseimbangan semakin memburuk.
  • Muntah seperti bubuk kopi, batuk darah, hingga buang air besar dengan tinja kehitaman dan berdarah. Dalam kasus lain, feses akan berwarna seperti tanah liat.
  • Hampir tidak buang air kecil. Jikapun Anda pipis, akan terasa sakit dan urin terasa panas hingga mengeluarkan darah atau kegelapan.
  • Mual, demam, sakit perut dan tenggorokan, sakit kepala, tidak napsu makan.
  • Mengalami gangguan pada kulit seperti ruam kemerahan, melepuh, mengelupas, hingga memar.
  • Otot tiba-tiba lemah, kesemutan parah, dan mati rasa.

Interaksi obat

Seperti yang telah disinggung, asam mefenamat yang dikonsumsi dengan obat lain akan mengubah kinerja bahan-bahannya hingga menyebabkan dampak buruk lainnya.

Ketika pemeriksaan dengan dokter sedang berlangsung, berikan informasi sejelas dan seakurat mungkin tentang kondisi kesehatan Anda untuk menghindari salah diagnosis.

Misalnya, beri tahu dokter kalau Anda sedang mengonsumsi obat anti-depresi. Dokter mungkin tidak akan menganjurkan Anda untuk meminum asam mefenamat dengan jenis obat tersebut, karena berisiko memicu dampak buruk seperti memar hingga mudah berdarah.

Beberapa tipe obat lain yang tidak boleh dikonsumsi bersama asam mefenamat mencakup pengencer darah, diuretic, cyclosporine, lithium, methotrexate, steroid, hingga aspirin.

Selain itu, Anda juga dilarang merokok dan meminum minuman alkohol saat sedang menjalani pengobatan dengan obat tersebut.

Anjuran Sebelum Mengonsumsi

Selain menghindari konsumsi bersama dengan obat-obat lain, Anda juga perlu memperhatikan hal-hal ini sebelum menggunakan asam mefenamat:

  • Beri tahu apoteker atau dokter kalau Anda alergi terhadap asam mefenamic atau NSAID lainnya seperti aspirin, ibuprofen, maupun naproxen.
  • Jangan ragu tanyakan pada apoteker atau dokter seputar bahan-bahan yang tidak tercantum pada resep, suplemen nutrisi, vitamin, atau produk herbal yang akan Anda konsumsi. Pastikan juga Anda menyebutkan antacid dari obat-obatan tadi.
  • Riwayat kesehatan juga memberikan dampak terhadap performa asam mefenamat. Kondisi-kondisi kesehatan yang akan mempengaruhi konsumsi asam mefenamat di antaranya hidung tersumbat/ingusan/nasal polip (pembengkakan di bagian dalam hidung), pembengkakan pada tangan/kaki/pergelangan kaki/kaki bagian bawah (retensi cairan), dan penyakit hati atau ginjal.
  • Ibu hamil juga harus mengonsultasikan pemakaian asam mefenamat dengan dokter kandungan, terutama bila usia kandungan sudah memasuki trimester tiga. Bahan-bahan yang terdapat dalam obat tersebut akan mempengaruhi kondisi janin.
  • Jika Anda akan menghadapi operasi (termasuk operasi gigi) sampaikan pada dokter maupun dentist tentang penggunaan asam mefenamat yang sedang Anda jalani.

Cara Menyimpan

Menyimpan asam mefenamat di tempat yang sesuai tak hanya menjaga kualitasnya, tetapi juga bahan-bahan di dalamnya agar tidak menyebabkan perubahan reaksi.

Sebaiknya, Anda menempatkan obat ini dalam temperatur ruangan dan jauhkan dari paparan sinar matahari atau lembap seperti kamar mandi apalagi dibekukan di refrigerator.

Supaya Anda tidak salah menaruhnya, baca saksama intruksi yang terdapat pada kemasan obat atau tanyakan kepada apoteker yang bersangkutan. Satu hal yang pasti, jangan sampai Anda menyimpan asam mefenamat terlalu dekat dengan jangkauan anak-anak maupun hewan peliharaan.

Karena mengandung bahan-bahan kimia yang mudah bereaksi, membuang asam mefenamat pun tidak seperti membuang sampah kebanyakan. Buang obat sesuai instruksi atau kalau sudah kedaluwarsa.

Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Ibu hamil merupakan kategori konsumen yang sangat rentan, mengingat asupan apa pun yang masuk ke dalam tubuhnya akan berdampak juga pada janin. Jadi, meskipun obat yang Anda konsumsi sebenarnya minim efek samping, akan lebih baik kalau Anda berkonsultasi dulu sebagai bentuk antisipasi.

Sejauh ini, belum ada studi dengan hasil pasti mengenai risiko pemakaian asam mefenamat terhadap ibu hamil. Di sisi lain, Anda harus rutin berdiskusi dengan dokter dan mencari referensi seputar obat tersebut sebelum benar-benat menggunakannya.

Berdasarkan US Food and Drugs Administration atau FDA, asam mefenamat termasuk ke kategori C (mungkin berisiko). Sementara itu, bagi ibu menyusui, belum ada bukti ilmiah yang menjelaskan dampak konsumsi asam mefenamat terhadap ASI maupun bayi yang disusui.

Penyakit Yang Berhubungan

Tak hanya jenis obat, sejumlah penyakit pun akan memberikan reaksi berbeda terhadap penggunaan asam mefenamat. Jadi, informasikan kepada dokter kalau Anda menderita gangguan kesehatan berikut ini:

  • Kekurangan darah atau anemia.
  • Masalah pernapasan seperti anemia.
  • Pembekuan darah.
  • Edema (pembengkakan atau retensi cairan pada bagian tubuh tertentu).
  • Punya riwayat penyakit jantung seperti gagal jantung kongestif hingga serangan jantung.
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Punya riwayat penyakit hati seperti hepatitis.
  • Sakit di bagian perut atau usus.
  • Punya riwayat stroke yang berisiko memperparah kondisi tersebut.
  • Penyakit ginjal yang sudah kronis.
  • Stomach ulcers. Pasien dengan penyakit ini tidak direkomendasikan minum asam mefenamat.
  • Pernah menghadapi operasi jantung seperti operasi CABG (Coronary Artery Bypass Graft). Asam mefenamat sejatinya tidak dikonsumsi untuk meredakan nyeri sebelum maupun sesudah operasi.

Overdosis

Kemudian, beberapa pasien yang mengonsumsi asam mefenamat tak jarang mengalami overdosis. Dalam kasus darurat seperti ini, orang-orang terdekat pasien harus langsung menghubungi penyedia layanan gawat darurat di nomor 112 atau langsung mengantarkannya ke UGD rumah sakit terdekat.

Gejala-gejala overdosis yang dapat Anda kenali mencakup:

  • Mudah atau terlalu sering kelelahan.
  • Mual hingga muntah-muntah. Bahkan muntah berdarah dan tampak seperti bubuk kopi.
  • Sakit di bagian perut.
  • Mengeluarkan tinja gelap atau berdarah.
  • Napas melambat.
  • Dalam tingkat yang sangat gawat, pasien akan kehilangan kesadaran dalam jangka waktu tertentu atau koma.

Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa asam mefenamat dapat memberikan manfaat selama dikonsumsi secara tepat dan sesuai anjuran dokter. Semoga informasi ini membantu Anda yang memang berencana menggunakan obat tersebut.